Penyebab Kebotakan ( Alopecia )

Penyebab utama alopecia adalah stres. Saat ini banyak orang dewasa muda mengalami gejala seperti rambut mulai menipis atau hilangnya rambut di garis rambut dan atas kepala.

Para peneliti telah menemukan hampir 70 persen dari 500 pasien dalam sebuah studi yang berlangsung menderita alopecia akibat stres. Alopecia menunjukkan peningkatan yang signifikan di atas lima tahun terakhir.

Penyebab utama dari berbagai jenis hormon alopecia masalah adalah masalah, polusi, stres dan konsumsi makanan cepat saji. Umumnya, rambut rontok diidentitaskan sebagai gangguan yang dialami pada orang tua, tapi hal ini juga terjadi di masa muda.
Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa banyak orang jaman sekarang menderita alopecia akibat stres dan tekanan dari pekerjaan. Alopecia telah menjadi sebuah masalah bagi laki-laki dan perempuan dari segala usia. Orang mengalami stres untuk beberapa alasan seperti pekerjaan, situasi keluarga, lingkungan dan lainnya sehingga memicu Alopecia muncul terlebih pada usia yang masih muda.
Faktor keturunan dan gaya hidup merupakan penyebab datangnya Alopecia. Selain itu, Alopecia diakibatkan juga dari penyakit kanker, lupus, dan beberapa penyakit yang diakibatkan dari penghambatan kerja dari darah. Penggunaan narkoba, pil kontrasepsi, beberapa obat anti kolestrerol dan  pewarna rambut serta penggunaan keras shampo kimia juga dapat membuat Alopecia cepat mengintai meskipun dalam usia yang masih muda.
Untuk mengurangi Alopecia sebaiknya dianjurkan tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang mengandung banyak kandungan lemak jahat yang dapat mempercepat datangnya Alopecia. Hindari terlalu stres pada pikiran anda, selalu berpikir secara positif agar Alopecia tidak cepat menyerang anda dan proses menghambat perontokan dan menggunakan cat rambut maupun shampoo yang mengandung bahan alami.

Terdapat empat jenis alopecia, antara lain:

  1. Alopecia Areata. Ketika sistem kekebalan tubuh salah sasaran dan justru menyerang folikel pada rambut hingga berakibat kerontokan. Dalam kasus ini, rambut bisa rontok berpetak pada kulit kepala. Alopecia jenis ini cenderung bersifat genetis dan sering menyerang seseorang pada usia dini. Ketika rambut pada area tertentu sudah terkena kebotakan, pertumbuhan rambut baru sulit tewujud selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Alopecia Areata juga kerap menyerang orang-orang yang menderita penyakit akibat autoimmune lainnya, seperti gondok, lupus, ataupun anemia.
  2. Androgenic Alopecia atau yang juga disebut dengan ‘male pattern baldness’tidak memandang usia dan jenis kelamin orang yang diserang. Baik muda atau berumur, pria ataupun wanita, bisa terkena Androgenic Alopecia. Faktor genetis dalam keluarga adalah penyebab Alopecia ini. Baik pada pria dan wanita, biasanya Androgenic Alopecia dipicu oleh kelebihan hormon pria (androgens) di sekitar folikel rambut yang berakibat menghalangi pertumbuhan rambut. Sedangkan pada wanita biasanya lebih rentan terkena Androgenic Alopecia setelah menopause, saat hormon wanita mereka sudah berkurang.
  3. Telogen Effluvium. Bentuk kerontokan rambut yang kerap diasosiasikan dengan kehamilan, penggunaan obat, stres, dan pasca operasi. Kerontokan ini biasanya merupakan bagian dari fase istirahat (telogen) dan akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa bulan.
  4. Scarring Alopecia. Kerontokan rambut yang menyebabkan luka pada kulit kepala sehingga pada bagian kulit yang luka tidak akan tumbuh rambut kembali. Alopecia ini lah yang biasanya disebabkan oleh infeksi jamur.
Tanda-tanda dan gejala penipisan rambut adalah gejala Alopecia yang paling terlihat jelas. Pada pria, biasanya bagian dahi akan tampak lebih tinggi karena garis rambut yang berkurang pada area tersebut.

ALOPECIA AREATA

Alopecia Areata merupakan kebotakan pada rambut yang berbentuk oval atau bulat. Alopcia Areata bisa dialami oleh Pria dan Wanita juga semua Usia dapat mengalami Alopecia Areata. Kebotakan berbentuk bulat itu besarnya bervariasi, namun rata-rata sebesar kepingan uang logam.
alopeciareata
Pada beberapa kasus, di daerah yang mengalami kebotakan masih sangat bisa kembali ditumbuhi rambut jika kondisi kebotakan Koin belum sangat besar dan kebotakan koin belum menyatu antara kebotakan satu dengan kebotakan kaoin lainnya. Namun beberapa orang mengalami rambut baru yang tumbuh tidak berwarna hitam, lantaran pigmen kulit kepala mengalami kerusakan saat rambut rontok. Sehingga, di daerah botak tersebut tumbuh rambut berwarna abu-abu atau putih.
Alopecia Areata menyerang penderitanya secara tiba-tiba. Saat kondisi badan terasa sehat, namun tiba-tiba saja terjadi kerontokan berlebihan pada rambut kepala yang memusat berbentuk bulat.
Ya, anak-anak pun rawan menderita Alopecia Areata karena infeksi jamur kepala. Yang berbahaya, pada anak-anak, jamur ini mudah menular jika anak-anak mengadakan kontak fisik ke penderita yang terinfeksi jamur. Maka dari itu, orang tua harus memperhatikan kebersihan anak mereka. Caranya, dengan rajin-rajin mengeramasi anak serta menjaga kebersihan tubuh anak agar tak terkena jamur.

Jika Anda mendadak mengalami gejala kebotakan, jangan melakukan creambath, karena bisa memperparah kerontokan

0 komentar: